Lifekit.id logo long png 1

Digital Marketing: Pengertian, Jenis, dan Strategi di 2025

marketing
Last updated: 
March 25, 2025
Digital Marketing: Pengertian, Jenis, dan Strategi di 2025

Di era digital seperti sekarang, bisnis tidak bisa hanya mengandalkan metode pemasaran tradisional. Digital marketing menjadi kunci utama untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, meningkatkan brand awareness, dan tentunya meningkatkan penjualan. Sayangnya, masih banyak UMKM serta bisnis lainnya yang belum sepenuhnya memahami dan memanfaatkan digital marketing secara optimal.

Digital marketing sendiri bukanlah konsep baru. Sejak internet mulai berkembang di akhir 1990-an, metode pemasaran digital sudah mulai digunakan, meskipun masih terbatas pada email marketing dan banner ads. Seiring berjalannya waktu, muncul berbagai inovasi seperti media sosial, search engine marketing, dan e-commerce yang semakin mengubah cara bisnis berinteraksi dengan pelanggan.

Saat ini, digital marketing terus berkembang dengan sangat pesat. Contohnya, kehadiran TikTok Shop telah mengubah cara bisnis berjualan secara online, di mana strategi pemasaran tidak hanya mengandalkan iklan konvensional, tetapi juga memanfaatkan konten video pendek untuk meningkatkan engagement dan penjualan. Inilah mengapa bisnis harus selalu mengikuti perkembangan tren digital marketing agar tidak tertinggal di pasar yang semakin kompetitif.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang digital marketing, mulai dari pengertian, manfaat, jenis-jenisnya, perkembangan di Indonesia, hingga strategi terbaik yang bisa diterapkan untuk berbagai jenis bisnis.

Baca juga: 11 langkah cara bikin marketing plan terlengkap + checklist

Apa Itu Digital Marketing?

Digital marketing adalah strategi pemasaran yang dilakukan melalui berbagai platform digital, seperti media sosial, website, email, dan mesin pencari. Berbeda dengan pemasaran tradisional yang mengandalkan brosur, iklan di koran, atau billboard di jalan, digital marketing memungkinkan bisnis menjangkau lebih banyak pelanggan dengan cara yang lebih cepat, murah, dan terukur.

Misalnya, jika dulu sebuah toko baju hanya bisa menarik pelanggan yang lewat di depan tokonya atau melihat iklan di majalah, sekarang mereka bisa menjangkau pelanggan lewat Instagram, TikTok, atau Google tanpa harus menunggu orang datang ke toko fisik. Dengan strategi yang tepat, bisnis bisa menampilkan produk mereka kepada calon pembeli yang benar-benar tertarik, misalnya seseorang yang sering mencari "baju casual pria" di internet akan melihat iklan toko baju tersebut di media sosial atau di hasil pencarian Google.

Tanpa digital marketing, bisnis akan kesulitan bersaing di era digital ini. Bahkan sekarang, banyak UMKM yang awalnya hanya menjual di toko fisik, kini berhasil meningkatkan omzetnya dengan berjualan di marketplace dan memanfaatkan media sosial untuk promosi.

Dengan memahami digital marketing, bisnis bisa lebih mudah menjangkau pelanggan yang tepat, membangun hubungan dengan mereka, dan tentunya meningkatkan penjualan secara lebih efektif dibandingkan metode konvensional.

Baca juga ini jika tertarik: Marketing Funnel: Pengertian, Model, dan Strategi Terbaik

Manfaat Digital Marketing

Di era digital, bisnis tidak bisa hanya mengandalkan cara pemasaran tradisional seperti menyebarkan brosur atau memasang iklan di TV. Digital marketing menawarkan banyak keunggulan yang bisa membantu bisnis berkembang lebih cepat dan efisien. Berikut adalah beberapa manfaat utama digital marketing dibandingkan pemasaran tradisional:

a. Menjangkau Pasar yang Lebih Luas

Dengan digital marketing, bisnis bisa menjangkau pelanggan dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, tanpa harus membuka toko fisik. Misalnya, seorang penjual hijab di Bandung bisa mendapatkan pelanggan dari Jakarta, Surabaya, atau bahkan Malaysia hanya dengan berjualan melalui Instagram dan marketplace.

b. Lebih Hemat Biaya

Dibandingkan pemasaran tradisional yang sering membutuhkan biaya besar untuk iklan TV, radio, atau billboard, digital marketing lebih terjangkau. Bahkan, beberapa metode seperti SEO atau promosi organik di media sosial bisa dilakukan tanpa biaya iklan.

c. Meningkatkan Interaksi dengan Pelanggan

Dengan digital marketing, bisnis bisa berkomunikasi langsung dengan pelanggan melalui media sosial, email, atau chat di website. Pelanggan juga lebih mudah memberikan feedback, bertanya tentang produk, atau menyampaikan keluhan, yang membuat bisnis lebih responsif dan membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan.

d. Hasil yang Bisa Diukur

Berbeda dengan pemasaran tradisional yang sulit diukur efektivitasnya, digital marketing memungkinkan bisnis melihat performa kampanye secara real-time. Dengan tools seperti Google Analytics atau Meta Ads Manager, bisnis bisa mengetahui berapa banyak orang yang melihat iklan, mengklik link, atau bahkan melakukan pembelian, sehingga strategi pemasaran bisa terus diperbaiki untuk hasil yang lebih maksimal.

Perbandingan Digital Marketing vs Pemasaran Tradisional

AspekDigital MarketingPemasaran Tradisional
JangkauanBisa menjangkau pelanggan globalTerbatas oleh lokasi fisik
BiayaLebih hemat, bisa mulai dari nol rupiahUmumnya mahal (iklan TV, radio, billboard)
InteraksiBisa langsung berkomunikasi dengan pelangganTerbatas, sering satu arah
TargetingBisa menargetkan pelanggan sesuai minat & kebiasaanTidak bisa spesifik, hanya berdasarkan demografi umum
Pengukuran HasilBisa dilacak secara real-timeSulit diukur secara langsung
FleksibilitasBisa diubah atau disesuaikan kapan sajaPerubahan butuh biaya dan waktu tambahan

Dengan semua keunggulan ini, digital marketing menjadi strategi yang wajib digunakan oleh bisnis di era modern. Bahkan UMKM yang baru merintis pun bisa mulai dengan biaya minim dan tetap mendapatkan hasil yang maksimal.

Jenis-Jenis Digital Marketing

Digital marketing mencakup berbagai teknik dan strategi yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Berikut beberapa jenis utama digital marketing yang sering digunakan:

a. Search Engine Optimization (SEO)

SEO (Search Engine Optimization) adalah strategi untuk membuat website muncul di halaman pertama Google tanpa harus membayar iklan.

Contoh:
Pernahkah kamu mencari sesuatu di Google, seperti "resep nasi goreng" atau "sepatu olahraga terbaik"? Website yang muncul di halaman pertama biasanya sudah dioptimalkan dengan SEO agar lebih mudah ditemukan orang.

Kenapa penting?
Bisnis yang memiliki website dengan SEO yang bagus bisa mendapatkan pelanggan secara gratis dari pencarian Google tanpa perlu membayar iklan.

b. Search Engine Marketing (SEM)

SEM (Search Engine Marketing) adalah cara agar website muncul di bagian atas Google menggunakan iklan berbayar, seperti Google Ads.

Contoh:
Coba cari "beli sepatu running" di Google. Biasanya, hasil teratas adalah iklan dari brand seperti Adidas, Nike, atau marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Itu adalah contoh SEM.

Kenapa penting?
Bisnis bisa langsung mendapatkan calon pelanggan dengan cepat karena iklannya langsung muncul di halaman pertama Google.

c. Social Media Marketing (SMM)

Social Media Marketing adalah strategi pemasaran menggunakan platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan LinkedIn untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Contoh:

  • Saat kamu melihat iklan di Instagram tentang promo diskon skincare—itu bagian dari Social Media Marketing.
  • Ketika brand seperti Erigo atau Scarlett sering memposting konten menarik di Instagram dan TikTok, itu adalah strategi SMM untuk meningkatkan engagement dan brand awareness.

Kenapa penting?
Hampir semua orang menggunakan media sosial setiap hari. Bisnis yang aktif di media sosial bisa lebih mudah dikenal dan menarik pelanggan baru.

d. Content Marketing

Content Marketing adalah strategi pemasaran dengan membuat konten bermanfaat seperti artikel, video, atau infografis untuk menarik perhatian calon pelanggan.

Contoh:

  • Saat kamu membaca artikel tentang "Tips memilih skincare untuk kulit berminyak" di blog sebuah brand, itu adalah bagian dari content marketing.
  • Video tutorial di YouTube dari Tokopedia yang membahas "Cara sukses jualan online" juga termasuk content marketing.

Kenapa penting?
Dengan memberikan informasi yang berguna, bisnis bisa membangun kepercayaan pelanggan dan membuat mereka lebih tertarik untuk membeli.

e. Email Marketing

Email Marketing adalah strategi mengirimkan penawaran, newsletter, atau update ke pelanggan melalui email.

Contoh:

  • Saat kamu mendaftar di Zalora dan mendapatkan email berisi kode diskon 20%, itu adalah contoh email marketing.
  • Jika kamu sering mendapatkan email dari marketplace seperti Shopee atau Tokopedia tentang flash sale atau promo gratis ongkir, itu juga bagian dari email marketing.

Kenapa penting?
Email marketing membantu bisnis menjaga hubungan dengan pelanggan dan meningkatkan peluang mereka untuk membeli lagi.

f. Affiliate Marketing

Affiliate Marketing adalah strategi di mana bisnis bekerja sama dengan pihak ketiga (afiliasi) yang mempromosikan produk mereka dan mendapatkan komisi dari setiap penjualan.

Contoh:

  • Pernah melihat blogger atau YouTuber yang merekomendasikan produk dengan link seperti "Beli di sini dengan diskon 10%"? Mereka mendapatkan komisi dari setiap pembelian yang terjadi melalui link tersebut.
  • Tokopedia dan Shopee juga memiliki program affiliate di mana pengguna bisa mendapatkan komisi dengan membagikan link produk.

Kenapa penting?
Bisnis bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk iklan.

g. Influencer Marketing

Influencer Marketing adalah strategi pemasaran dengan bekerja sama dengan influencer atau selebgram untuk mempromosikan produk.

Contoh:

  • Saat Raffi Ahmad atau Rachel Vennya mempromosikan suatu produk di Instagram, itu adalah Influencer Marketing.
  • Brand skincare seperti Somethinc sering bekerja sama dengan beauty influencer untuk mengulas produk mereka.

Kenapa penting?
Influencer sudah memiliki audiens yang percaya pada mereka, sehingga bisnis bisa lebih cepat mendapatkan perhatian dan kepercayaan calon pelanggan.

h. Online Advertising (PPC)

PPC (Pay-Per-Click) adalah strategi pemasaran dengan menggunakan iklan berbayar di platform seperti Google Ads, Facebook Ads, atau TikTok Ads untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Contoh:

  • Saat kamu melihat iklan baju di Facebook atau Instagram setelah mencari "baju batik pria" di Google, itu adalah hasil dari PPC.
  • Iklan yang muncul sebelum video YouTube juga termasuk PPC.

Kenapa penting?
Bisnis bisa menjangkau calon pelanggan dengan cepat dan hanya membayar saat iklan diklik, sehingga lebih efisien dibandingkan iklan tradisional.

Baca juga ini: Iklan Digital Boros? Optimalkan Anggaran dengan Data-Driven Ads!

Setiap jenis digital marketing memiliki kelebihan dan bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Jika baru mulai, bisnis bisa fokus pada media sosial dan SEO karena lebih murah, lalu berkembang ke iklan berbayar (PPC) atau influencer marketing saat ingin mempercepat pertumbuhan.

Perkembangan Digital Marketing di Indonesia Tahun 2025

Tren digital marketing di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, didukung oleh peningkatan jumlah pengguna internet dan media sosial. Berdasarkan data terbaru:​

  • Pengguna Internet: Pada awal tahun 2025, terdapat 212 juta pengguna internet di Indonesia, yang mencakup 74,6% dari total populasi.​
  • Pengguna Media Sosial: Indonesia memiliki 143 juta identitas pengguna media sosial pada Januari 2025, setara dengan 50,2% dari total populasi.​

Sumber: Digital 2025: Indonesia — DataReportal – Global Digital Insights

Peningkatan ini menegaskan pentingnya digital marketing sebagai strategi utama bagi bisnis untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Beberapa perkembangan penting dalam lanskap digital marketing Indonesia pada tahun 2025 meliputi:​

1. Penerapan AI dalam Pemasaran

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) semakin meluas dalam strategi pemasaran, memungkinkan personalisasi konten, implementasi chatbot, dan analisis data pelanggan yang lebih mendalam. Perkembangan ini membantu bisnis memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman yang lebih relevan. ​

2. Pertumbuhan Pesat E-commerce

Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui $130 miliar pada tahun 2025, dengan e-commerce sebagai kontributor utama. Hal ini mendorong bisnis untuk lebih fokus pada strategi digital guna bersaing di pasar online yang semakin kompetitif. ​

3. Dominasi Konten Video Pendek

Platform seperti TikTok dan Instagram Reels menjadi favorit dalam pemasaran, menekankan pentingnya konten video pendek yang kreatif dan menarik untuk meningkatkan engagement dengan audiens. ​Sumber: Shopify

4. Optimasi Pencarian Berbasis Suara

Dengan meningkatnya penggunaan asisten virtual seperti Google Assistant dan Alexa, optimasi untuk pencarian suara menjadi krusial. Bisnis perlu menyesuaikan strategi SEO mereka untuk memenuhi kebutuhan pencarian berbasis suara yang semakin populer.​

5. Hyper-Personalisasi dalam Pemasaran

Bisnis semakin mengadopsi pendekatan hyper-personalisasi, memanfaatkan data dan perilaku pengguna untuk memberikan pengalaman pelanggan yang disesuaikan secara mendalam, meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. ​

Strategi Digital Marketing Terbaik untuk Berbagai Jenis Bisnis

Setiap bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda dalam menerapkan digital marketing. Tidak ada strategi yang benar-benar universal, karena keberhasilannya bergantung pada industri, target pasar, sumber daya, kondisi bisnis saat ini, serta tujuan bisnis saat ini. Sebelum menerapkan strategi di bawah ini, pastikan Anda sudah melakukan analisis menyeluruh dan mendiskusikannya bersama tim.

1. B2C (Business to Consumer)

Bisnis B2C berfokus pada pelanggan individu yang cenderung impulsif dalam berbelanja. Oleh karena itu, strategi digital marketing harus lebih visual, emosional, dan mudah diakses.

✅ Strategi Terbaik:

  • Gunakan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook.
    → Contoh: Brand fashion seperti Erigo memanfaatkan Instagram dan TikTok dengan foto & video yang menarik untuk menarik perhatian pelanggan.
  • Manfaatkan influencer marketing untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
    → Contoh: MS Glow bekerja sama dengan influencer dan selebriti untuk meningkatkan brand awareness dan kepercayaan pelanggan.
  • Gunakan iklan berbayar seperti Facebook Ads dan Google Ads untuk meningkatkan penjualan.
    → Contoh: Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee sering menggunakan Google Ads untuk muncul di pencarian pengguna.

2. B2B (Business to Business)

Pelanggan B2B biasanya adalah perusahaan atau profesional yang membutuhkan solusi jangka panjang. Mereka tidak akan langsung membeli, sehingga strategi pemasaran harus berfokus pada edukasi dan membangun kepercayaan.

✅ Strategi Terbaik:

  • Optimalkan website dan SEO untuk mendapatkan traffic organik.
    → Contoh: Software akuntansi Jurnal mengoptimalkan SEO dengan blog edukatif untuk menarik calon pelanggan dari Google.
  • Gunakan LinkedIn untuk networking dan membangun kredibilitas.
    → Contoh: SAP Indonesia menggunakan LinkedIn untuk berbagi insight dan menarik perhatian perusahaan besar.
  • Manfaatkan email marketing untuk nurturing leads dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
    → Contoh: HubSpot menggunakan email marketing dengan konten edukatif untuk menjaga komunikasi dengan prospek.

3. D2C (Direct to Consumer)

D2C adalah model bisnis di mana brand menjual produk langsung ke pelanggan tanpa perantara. Oleh karena itu, strategi digital marketing harus fokus pada pengalaman pelanggan dan membangun hubungan langsung dengan audiens.

✅ Strategi Terbaik:

  • Bangun brand awareness melalui konten marketing di media sosial.
    → Contoh: Somethinc menggunakan video tutorial dan review produk di TikTok & Instagram untuk menarik pelanggan.
  • Gunakan data pelanggan untuk personalisasi pengalaman belanja.
    → Contoh: Sociolla mengirimkan rekomendasi produk berdasarkan riwayat pembelian pelanggan.
  • Fokus pada strategi retargeting untuk meningkatkan konversi.
    → Contoh: Jika seseorang melihat sepatu di Nike Indonesia tetapi tidak membelinya, mereka akan melihat iklan sepatu yang sama di Instagram atau Facebook.

4. UMKM dan Bisnis Lokal

Bisnis kecil atau lokal biasanya bergantung pada komunitas dan pelanggan setia. Oleh karena itu, strategi digital marketing harus lebih personal dan berbasis komunitas.

✅ Strategi Terbaik:

  • Manfaatkan Google My Business untuk meningkatkan visibilitas lokal.
    → Contoh: Warung Kopi Kenangan memanfaatkan Google Maps untuk membantu pelanggan menemukan lokasi terdekat.
  • Gunakan media sosial untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan.
    → Contoh: Bakso Boedjangan sering mengadakan giveaway dan polling di Instagram untuk berinteraksi dengan pelanggan.
  • Terapkan strategi pemasaran berbasis komunitas untuk meningkatkan loyalitas pelanggan.
    → Contoh: Batik Trusmi membangun komunitas pecinta batik melalui event offline dan grup WhatsApp.

Kesimpulan

Digital marketing terus berkembang seiring dengan perubahan teknologi dan perilaku konsumen. Dengan memahami berbagai jenis strategi yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis, Anda bisa membangun brand yang lebih kuat, menjangkau lebih banyak pelanggan, dan meningkatkan penjualan secara efektif.

Namun, tidak ada strategi yang bersifat “satu untuk semua.” Setiap bisnis perlu menganalisis kondisi, sumber daya, serta tujuan yang ingin dicapai sebelum menerapkan strategi digital marketing. Kuncinya adalah fleksibilitas dan inovasi—terus bereksperimen, mengukur hasil, dan menyesuaikan strategi sesuai dengan tren serta kebutuhan pasar.

Apakah bisnis Anda sudah siap untuk menghadapi era digital marketing yang semakin kompetitif? Saatnya mulai merancang strategi yang tepat dan memenangkan pasar!

Apakah kamu suka artikel ini?

Rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

Belum ada rating untuk artikel ini.

Table of Contents
Primary Item (H2)

Baca yang lainnya

Join the Smart Side of Learning

Gabung ke komunitas LifeKit untuk dapat insight-insight terbaru lainnya setiap minggu!
Subscribe
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram