
Setiap orang punya pertimbangan berbeda dalam memilih pekerjaan. Ada yang fokus mengejar gaji tinggi, ada juga yang lebih memilih pekerjaan sesuai passion.
Tapi, apakah passion bisa menjamin kestabilan finansial? Dan apakah gaji besar selalu berarti kepuasan kerja?
Di artikel ini, kita akan membahas kelebihan dan kekurangan dari kedua pilihan ini, serta bagaimana menemukan keseimbangan yang tepat untuk karier jangka panjang.
Passion dalam pekerjaan berarti melakukan sesuatu yang benar-benar kamu sukai, yang membuatmu bersemangat setiap hari. Ini bisa berupa pekerjaan kreatif, teknologi, bisnis, atau bidang lain yang sesuai dengan minat dan keahlianmu.
Tapi, apakah passion selalu bisa menghasilkan uang? Tidak semua hobi bisa dijadikan karier, dan tidak semua bidang yang kita sukai punya peluang finansial yang menjanjikan.
Namun, ada banyak contoh orang yang berhasil mengubah passion mereka menjadi karier sukses, seperti:
Jadi, passion bisa menjadi jalan sukses, tapi butuh strategi agar bisa menghasilkan secara finansial.
Baca juga: Lulus kuliah, mau kerja apa? Ini 5 langkah cari jawabannya!
Mengejar passion sering dianggap sebagai jalan menuju pekerjaan impian. Namun, seperti semua pilihan dalam hidup, ada keuntungan dan risikonya.
✔ Lebih termotivasi dan menikmati pekerjaan
Bekerja di bidang yang kamu sukai membuatmu lebih bersemangat setiap hari. Pekerjaan tidak terasa seperti beban, dan kamu lebih antusias dalam menyelesaikan tugas.
✔ Potensi untuk lebih kreatif dan berkembang
Ketika kamu menikmati pekerjaanmu, kreativitas akan mengalir lebih mudah. Kamu lebih terbuka untuk belajar, mencoba hal baru, dan terus berkembang tanpa merasa terpaksa.
✔ Peluang untuk menciptakan dampak yang lebih besar
Orang yang bekerja sesuai passion biasanya lebih berdedikasi dan ingin memberikan kontribusi nyata. Misalnya, seseorang yang mencintai dunia pendidikan mungkin berjuang menciptakan metode belajar yang lebih efektif.
✖ Tidak selalu menghasilkan uang dalam waktu singkat
Mengejar passion tidak selalu langsung membuahkan hasil finansial. Banyak orang yang membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum bisa sukses dari passion mereka.
✖ Bisa jadi tidak sesuai ekspektasi setelah dijalani
Apa yang tampak menarik dari luar, bisa jadi terasa berbeda saat sudah dijalani sebagai pekerjaan. Passion yang berubah menjadi kewajiban terkadang malah menghilangkan kesenangan dalam melakukannya.
✖ Harus menghadapi ketidakpastian dan tantangan finansial
Memulai karier dari passion sering kali berarti harus menghadapi ketidakpastian, baik dari segi pendapatan maupun prospek jangka panjang. Jika tidak direncanakan dengan baik, bisa berujung pada kesulitan finansial.
Jadi, meskipun passion bisa menjadi landasan karier yang menyenangkan, tetap perlu strategi dan perhitungan agar tidak hanya mengikuti keinginan tanpa mempertimbangkan realitas.
Meskipun mengejar passion terdengar menarik, realita hidup tetap menuntut kestabilan finansial. Gaji bukan sekadar angka, tetapi fondasi yang menentukan kualitas hidup seseorang.
Baca juga: 10 Pekerjaan masa depan yang akan banyak dicari tahun 2030
Setiap orang memiliki kebutuhan dasar seperti makan, tempat tinggal, transportasi, dan biaya kesehatan. Tanpa penghasilan yang cukup, menjalani hidup dengan nyaman bisa menjadi tantangan. Selain itu, ada juga tanggung jawab finansial lain seperti mendukung keluarga, investasi masa depan, atau menabung untuk kondisi darurat.
Ada perbedaan antara bekerja untuk bertahan hidup dan bekerja dengan kebahagiaan. Gaji yang stabil memberi rasa aman dan ketenangan, memungkinkan seseorang untuk merencanakan masa depan tanpa tekanan keuangan. Namun, jika pekerjaan yang memberi gaji tinggi terasa membosankan atau melelahkan secara mental, ini bisa berdampak pada kesehatan dan kebahagiaan jangka panjang.
Sebaliknya, mengejar passion tanpa sumber pendapatan yang cukup bisa menyebabkan stres finansial, yang pada akhirnya justru mengurangi kepuasan dalam bekerja. Oleh karena itu, banyak orang memilih untuk menyeimbangkan keduanya—bekerja di bidang dengan gaji stabil sambil tetap mengembangkan passion sebagai usaha sampingan.
Kesimpulannya, gaji adalah faktor krusial dalam kehidupan, tetapi bukan berarti harus mengorbankan passion sepenuhnya. Kuncinya ada pada keseimbangan dan strategi dalam menjalani keduanya.
Baca juga: 6 Langkah Ampuh Dapat Kerja – Dari Pengalaman Pribadi
Memilih antara gaji dan passion tidak harus menjadi keputusan hitam dan putih. Banyak orang sukses bukan karena memilih salah satu, tetapi karena menemukan titik keseimbangan yang tepat. Berikut adalah cara mengevaluasi pilihan dan skenario yang bisa membantu Anda menentukan langkah terbaik.
Sebelum memutuskan apakah akan mengejar passion atau tetap di pekerjaan dengan gaji stabil, tanyakan pada diri sendiri beberapa pertanyaan ini:
✅ Apakah saya bisa memenuhi kebutuhan dasar dengan pekerjaan saya saat ini?
Jika gaji Anda cukup untuk hidup layak, menabung, dan membayar tagihan tanpa stres berlebihan, mungkin Anda bisa mulai mengejar passion secara bertahap. Jika belum, mungkin lebih baik tetap bekerja di tempat yang memberi stabilitas finansial.
✅ Seberapa besar ketidakpastian dalam passion saya?
Beberapa bidang passion, seperti seni, musik, atau usaha kecil, bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum benar-benar menghasilkan uang. Pastikan Anda siap menghadapi tantangan tersebut.
✅ Apakah pekerjaan saya saat ini memberi saya cukup kepuasan?
Jika Anda merasa pekerjaan dengan gaji tinggi sudah cukup memberikan kepuasan, mungkin Anda tidak perlu buru-buru mengejar passion. Tapi jika setiap hari terasa menyiksa, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan perubahan.
🔹 Skenario 1:
Anda bekerja sebagai pegawai bank dengan gaji stabil, tetapi tidak menyukai pekerjaan itu. Anda lebih suka menulis dan bercita-cita menjadi penulis buku. Dalam hal ini, mungkin Anda bisa tetap bekerja di bank sambil mulai menulis di waktu luang.
🔹 Skenario 2:
Anda adalah seorang desainer grafis yang bekerja di perusahaan besar dengan gaji tinggi, tetapi Anda ingin memiliki studio desain sendiri. Mungkin Anda bisa mulai dengan mengambil proyek sampingan di luar jam kerja sebelum benar-benar keluar dan fokus membangun bisnis.
🔹 Skenario 3:
Anda seorang guru yang mencintai mengajar, tetapi ingin menjadi pembicara motivasi full-time. Anda bisa mulai membangun audiens melalui media sosial atau seminar kecil sebelum benar-benar meninggalkan pekerjaan utama.
| Aspek | Kerja Sesuai Passion | Kerja Demi Gaji |
| Motivasi & Kepuasan | Lebih termotivasi dan menikmati pekerjaan. | Bisa kurang termotivasi jika pekerjaan tidak sesuai minat. |
| Stabilitas Finansial | Bisa tidak stabil di awal, terutama jika belum menghasilkan. | Lebih stabil secara finansial dengan gaji tetap setiap bulan. |
| Tingkat Risiko | Lebih tinggi, terutama jika pasar atau demand tidak jelas. | Lebih rendah karena sudah ada jaminan pendapatan. |
| Kesempatan Berkembang | Lebih fleksibel untuk belajar dan bereksperimen. | Bisa terbatas jika pekerjaan tidak mendukung perkembangan skill baru. |
| Work-Life Balance | Bisa lebih baik jika passion memberikan kebebasan waktu. | Bisa lebih sulit jika pekerjaan menuntut banyak waktu dan energi. |
| Potensi Penghasilan | Bisa sangat besar jika sukses, tapi tidak selalu pasti. | Lebih pasti, tapi kenaikan gaji bisa terbatas. |
| Tantangan Utama | Harus bisa mengubah passion menjadi penghasilan nyata. | Bisa merasa tidak puas atau kehilangan tujuan dalam pekerjaan. |
| Dampak Jangka Panjang | Bisa lebih memuaskan jika dikelola dengan baik. | Bisa memberikan keamanan, tapi bisa terasa monoton. |
Jika passion Anda bisa menghasilkan uang, maka Anda tidak harus memilih antara keduanya. Berikut adalah beberapa cara untuk mulai menghasilkan uang dari passion:
Banyak orang sukses memulai passion mereka sebagai pekerjaan sampingan sebelum akhirnya beralih sepenuhnya. Ini adalah pendekatan yang lebih aman daripada langsung meninggalkan pekerjaan utama.
✅ Tips untuk Menjalankan Side Hustle:
Jika Anda mulai merasa bahwa pekerjaan utama menghambat pertumbuhan passion Anda, mungkin sudah waktunya untuk beralih. Beberapa tanda bahwa Anda siap mengejar passion sepenuhnya:
✅ Side hustle sudah menghasilkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
✅ Anda memiliki tabungan atau cadangan dana untuk setidaknya 6 bulan ke depan.
✅ Ada permintaan pasar yang stabil untuk passion Anda.
✅ Anda lebih bersemangat mengerjakan passion dibanding pekerjaan utama.
🔹 Skenario:
Anda bekerja di perusahaan IT dengan gaji besar, tetapi sudah membangun bisnis desain website yang mulai menghasilkan lebih banyak dari gaji Anda. Dalam hal ini, mungkin sudah saatnya beralih ke bisnis Anda sendiri.
Tidak ada pilihan yang benar atau salah ketika harus memilih antara gaji atau passion—semuanya tergantung pada prioritas pribadi dan kondisi masing-masing. Yang paling penting adalah memastikan bahwa keputusan yang diambil bisa memberikan kepuasan kerja, stabilitas finansial, dan pertumbuhan jangka panjang. Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda, dan keputusan karier tidak harus tergesa-gesa. Jika Anda masih bingung, lakukan evaluasi diri dengan langkah-langkah berikut:
💡 Masih bingung memilih antara gaji dan passion?
Baca lebih banyak insight seputar karier di Lifekit.id dan temukan strategi terbaik untuk membangun masa depanmu!