
Pernah merasa kesulitan menentukan siapa sebenarnya audiens yang tepat untuk produkmu? Atau mungkin, sudah lama menjalankan kampanye pemasaran tapi hasilnya kurang maksimal? Bisa jadi, masalahnya ada pada cara kamu menargetkan audiens.
Di sinilah STP Marketing hadir sebagai solusi. Dengan pendekatan Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP), kamu bisa lebih fokus dan tepat sasaran dalam menyampaikan pesan kepada pelanggan yang benar-benar membutuhkan produkmu.
Dalam artikel ini, kita bakal bahas lebih dalam tentang apa itu STP Marketing, kenapa strategi ini penting untuk bisnis, dan bagaimana cara kamu menerapkannya dengan contoh nyata dari industri skincare. Kita akan lihat bagaimana sebuah brand skincare bisa menentukan strategi STP yang tepat untuk menonjol di pasar yang semakin penuh persaingan. Siap untuk menggali lebih jauh?
STP Marketing adalah pendekatan strategis dalam pemasaran yang bertujuan untuk membantu bisnis memahami pasar mereka dengan lebih baik, memfokuskan upaya pemasaran pada audiens yang tepat, dan menciptakan pesan yang relevan. Dengan menggunakan STP, bisnis dapat lebih mudah membagi pasar, memilih segmen yang paling potensial, dan menentukan cara terbaik untuk memposisikan produk mereka agar dapat lebih menonjol di mata konsumen.
Dengan memahami dan menerapkan ketiga langkah ini, STP Marketing membantu bisnis menciptakan kampanye yang lebih terfokus dan efektif, menghindari pemborosan anggaran, dan meningkatkan daya tarik brand di pasar yang semakin ramai.
STP Marketing bukan hanya sekadar teori pemasaran; ini adalah strategi yang benar-benar dapat membantu bisnis berkembang dengan lebih terarah dan efektif. Berikut adalah beberapa alasan mengapa STP Marketing sangat penting untuk kesuksesan bisnis:
Baca juga: Kompetitor Monitoring: Cara Mengamati Strategi Pesaing Tanpa Terlihat
Sebagai contoh, kita akan menggunakan brand skincare fiktif bernama GlowSkin, yang ingin meluncurkan lini produk perawatan kulit baru. Dengan menerapkan STP Marketing, GlowSkin bisa memastikan produk mereka menjangkau audiens yang tepat dan memenuhi kebutuhan mereka secara efektif.
Baca juga: 11 langkah marketing plan brand sukses di Indonesia + Ceklis
Langkah pertama dalam menerapkan STP Marketing adalah segmentasi pasar. GlowSkin perlu membagi audiens mereka menjadi kelompok-kelompok berdasarkan karakteristik tertentu yang relevan dengan produk skincare mereka. Berikut cara GlowSkin bisa melakukan segmentasi pasar:
Segmentasi berdasarkan usia, gender, dan pendapatan dapat membantu GlowSkin memahami siapa yang paling membutuhkan produk mereka.
Misalnya, tim riset GlowSkin menyadari bahwa produk skincare untuk remaja berjerawat akan berbeda dengan produk untuk wanita 30+ yang mencari solusi anti-aging.
Karena itu, faktor demografi yang perlu di-segmentasikan GlowSkin adalah:
Selain demografi, faktor geografi juga mempengaruhi kebutuhan skincare konsumen.
Misalnya, orang yang tinggal di daerah dengan iklim tropis mungkin membutuhkan produk dengan perlindungan SPF yang lebih tinggi, sementara di daerah dengan iklim dingin, pelembap menjadi lebih penting.
Dengan demikian, segmentasi berdasarkan lokasi geografis yang perlu dipertimbangkan oleh GlowSkin meliputi:
Faktor psikografis mencakup nilai, gaya hidup, dan minat konsumen.
Misalnya, ada konsumen yang lebih peduli dengan produk berbahan alami atau yang mencari harga lebih terjangkau. Tim riset pasar GlowSkin harus mengenali hal ini untuk dapat menyesuaikan pesan pemasaran dan produk yang ditawarkan.
Segmentasi berdasarkan psikografi bisa meliputi:
Perilaku konsumen adalah faktor penting lainnya dalam segmentasi. GlowSkin perlu mengetahui apakah audiens mereka merupakan pelanggan yang loyal atau pengguna baru yang pertama kali mencoba produk mereka.
Selain itu, apakah konsumen tersebut menggunakan skincare secara rutin atau hanya sesekali? Faktor-faktor perilaku ini bisa memengaruhi cara GlowSkin mengembangkan dan memasarkan produknya.
Segmentasi perilaku yang perlu dipertimbangkan adalah:
Dengan segmentasi yang jelas, GlowSkin dapat memilih segmen mana yang paling potensial untuk ditargetkan dan lebih mudah mengembangkan pesan yang tepat untuk masing-masing kelompok.
Setelah melakukan segmentasi pasar, langkah selanjutnya adalah menentukan target pasar. GlowSkin memilih untuk menargetkan wanita usia 25–35 tahun yang mencari produk anti-aging berbahan alami. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai alasan dan strategi targeting untuk GlowSkin:
Seiring dengan semakin populernya tren kecantikan yang berfokus pada bahan alami, wanita usia 25–35 tahun menjadi segmen yang tepat. Mereka cenderung lebih peduli dengan bahan-bahan alami dan memiliki kesadaran yang lebih tinggi tentang perawatan kulit yang efektif dan aman.
Kelompok usia ini umumnya berada dalam fase karier yang stabil dan memiliki daya beli yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja. Mereka lebih cenderung untuk membeli produk dengan harga premium jika produk tersebut menawarkan manfaat yang jelas bagi kulit mereka.
Wanita di usia ini lebih loyal terhadap brand yang memenuhi kebutuhan mereka. Jika GlowSkin berhasil menyampaikan manfaat produk anti-aging yang mereka butuhkan, peluang untuk menciptakan pelanggan setia akan lebih besar. Loyalitas pelanggan ini sangat berharga untuk brand skincare.
Untuk menargetkan segmen ini secara efektif, GlowSkin dapat menggunakan differentiated marketing, yaitu strategi pemasaran yang disesuaikan khusus untuk audiens ini. Berikut beberapa taktik yang bisa diterapkan:
Platform ini sangat populer di kalangan target audiens. GlowSkin bisa memanfaatkan media sosial untuk mengedukasi audiens tentang manfaat bahan alami dalam produk anti-aging mereka, serta cara penggunaan yang tepat. Konten edukatif ini dapat berupa video pendek, infografis, atau tips tentang perawatan kulit alami.
Kolaborasi dengan influencer atau beauty guru yang dikenal di kalangan target pasar dapat meningkatkan kredibilitas brand. Influencer ini dapat berbagi pengalaman mereka menggunakan produk GlowSkin, memberikan review, atau bahkan menciptakan konten tentang cara mencegah penuaan kulit.
GlowSkin bisa menarik perhatian target pasar dengan menawarkan promo bundle yang terdiri dari produk-produk anti-aging terbaik mereka. Dengan memberikan harga spesial atau diskon untuk pembelian produk dalam bundling, GlowSkin dapat mendorong pelanggan untuk mencoba lebih banyak produk dan memperkuat loyalitas terhadap brand.
Dengan pendekatan yang lebih terfokus pada segmen ini, GlowSkin dapat memaksimalkan efektivitas strategi pemasaran mereka, menjangkau audiens yang lebih tepat, dan mendorong pertumbuhan penjualan yang signifikan.
Positioning adalah tentang bagaimana GlowSkin ingin dikenal oleh audiens targetnya. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa brand dapat menonjol di pasar yang kompetitif dan menciptakan kesan yang kuat di benak konsumen.
GlowSkin harus menyoroti keunggulan unik yang membedakan produk mereka dari pesaing. Dalam kasus GlowSkin, salah satu keunggulan utamanya adalah penggunaan bahan alami, yang bebas dari bahan berbahaya seperti paraben dan aman digunakan pada kulit sensitif.
Keunggulan ini memberikan nilai lebih bagi konsumen yang mencari produk skincare yang aman dan efektif.
Value proposition adalah alasan mengapa konsumen harus memilih GlowSkin dibandingkan brand lain. Misalnya, GlowSkin dapat menggunakan value proposition yang menggambarkan manfaat utama produk secara langsung, seperti:
"GlowSkin: Anti-Aging Skincare dengan Bahan Alami, Tanpa Drama."
Dengan value proposition ini, GlowSkin menekankan bahwa produk mereka memberikan hasil yang efektif tanpa menimbulkan efek samping negatif, dan sangat cocok untuk pelanggan yang peduli akan bahan alami.
Untuk menciptakan positioning yang kuat, GlowSkin harus memastikan komunikasi brand mereka konsisten di berbagai saluran. Mulai dari website, media sosial, hingga kemasan produk, semua elemen ini harus mencerminkan positioning yang sama.
Ini akan membantu memperkuat persepsi konsumen tentang brand GlowSkin sebagai pilihan utama untuk skincare anti-aging berbahan alami.
Dengan positioning seperti ini, GlowSkin menonjol di antara kompetitornya. Brand ini bukan hanya menawarkan solusi anti-aging, tetapi juga menekankan keamanan dan keberlanjutan dengan menggunakan bahan alami. Positioning ini sangat sesuai dengan audiens target GlowSkin yang peduli dengan kesehatan kulit dan mencari produk yang aman, efektif, dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Dengan positioning yang jelas dan konsisten, GlowSkin dapat menarik pelanggan yang sesuai dengan visi dan nilai-nilai mereka, serta membedakan diri mereka dari kompetitor yang ada di pasar.
Menerapkan STP Marketing memang bisa sangat efektif, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasilnya optimal, serta beberapa kesalahan yang harus dihindari.
Pastikan bahwa data yang digunakan untuk segmentasi adalah data yang akurat dan relevan. Segmentasi yang baik bergantung pada data yang mendalam tentang konsumen, tren pasar, dan preferensi yang berubah seiring waktu. Tanpa data yang tepat, hasil segmentasi bisa meleset dari target.
Selalu siap untuk menyesuaikan strategi saat pasar atau audiens berubah. Misalnya, perilaku konsumen bisa berubah seiring dengan tren baru, seperti pergeseran preferensi dari produk kimia ke produk alami dalam industri skincare.
Menjaga konsistensi komunikasi di semua saluran pemasaran adalah kunci. Posisi brand yang ingin dibangun harus tercermin dalam setiap titik interaksi dengan pelanggan, dari iklan hingga layanan pelanggan.
Pemasaran yang baik tak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga pada pengalaman pelanggan yang menyeluruh. Pastikan bahwa audiens merasa didengar dan dihargai sepanjang perjalanan mereka bersama brand Anda.
Meskipun segmentasi bisa memberikan banyak keuntungan, terlalu banyak segmen bisa membuat pemasaran menjadi lebih rumit dan tidak efisien. Fokuslah pada beberapa segmen yang paling menguntungkan dan relevan dengan produk Anda.
Jangan pernah mengabaikan kompetitor saat melakukan positioning. Mengetahui siapa pesaing dan bagaimana mereka memposisikan diri di pasar sangat penting untuk menemukan posisi unik Anda. Jika tidak, brand Anda bisa tumpang tindih dengan pesaing atau bahkan hilang di tengah persaingan.
Hindari over-promising atau memberikan janji yang tidak dapat dipenuhi. Positioning yang kuat harus disertai dengan kemampuan brand untuk memenuhi janji tersebut dalam produk dan layanan. Jika janji tidak dipenuhi, ini bisa merusak reputasi brand dalam jangka panjang.
Pasar terus berubah, begitu juga dengan preferensi konsumen. Jangan biarkan positioning atau segmentasi Anda menjadi terlalu kaku. Evaluasi dan sesuaikan secara berkala untuk tetap relevan dan kompetitif.
STP Marketing adalah strategi yang sangat penting bagi brand untuk bisa menonjol di pasar yang semakin kompetitif. Dengan melakukan segmentasi, memilih target yang tepat, dan menentukan positioning yang kuat, GlowSkin (atau brand apapun) dapat memastikan bahwa produk mereka menjangkau audiens yang benar-benar membutuhkan dan menghargai nilai yang ditawarkan.
Penting untuk selalu ingat bahwa STP bukanlah langkah sekali jadi. Strategi ini harus dievaluasi dan disesuaikan seiring waktu agar tetap relevan dengan tren pasar dan perubahan kebutuhan konsumen.
Untuk membantu kamu mempersiapkan dan menerapkan STP Marketing di bisnismu, berikut adalah checklist yang bisa kamu gunakan:
Jika kamu ingin terus mendapatkan tips dan trik terbaru tentang marketing, e-commerce, dan pengembangan diri, jangan lupa untuk subscribe ke website Lifekit.id agar kamu jadi orang pertama yang tahu ketika ada insight baru!
Juga, jika kamu butuh template Asana atau CSV untuk membantu kamu menerapkan STP Marketing di bisnismu, jangan ragu untuk chat saya di LinkedIn saya di linkedin.com/in/dimasyoga.